Saturday, April 02, 2005

Jual Shabu-shabu, Ibu Beranak Tiga Ditangkap

Budi satria

Medan Bisnis - Medan

Petugas Reskrim Direktorat Narkoba Poldasu meringkus seorang ibu rumah tangga berinisial Riani (42) penduduk Jalan Pasar IX Tembung Gang Amir tersangka pengedar shabu-sahbu pada Selasa (29/3) sekitar pukul 12.30 WIB.
Selain mengamankan tersangka petugas juga mengamnakan 10 paket shabu-shabu sebagai barang bukti. Keterangan yang diperoleh menyebutkan tersangka ditangkap setelah terpancing untuk mengadakan transaksi dikawasan Jalan Besar Tembung dengan petugas yang sedang menyaru.

Disela-sela pemeriksaan petugas tersangka yang telah memiliki 3 orang anak ini mengaku memperoleh barang haram tersebut dari rekannya yang kini masih dalam kejaran petugas. "Tersangka juga mengaku telah 3 bulan menjalani pengedar narkoba" ujar Kasat Lidik II Direktorat Narkoba Poldasu Kompol Kam Sinambela diruangkerjanya.
Dijelaskan KAM lagi tersangka nelad melakoni profesi ini karena terdorong kebutuhan ekonomi sejak suaminya dalam beberapa bulan terakhir tidak lagi memberinya nafkah.

Helikopter Rombongan Kapoldasu Terpaksa Mendarat Darurat

Budi satria

Medan Bisnis - Medan

Helikopter yang membawa Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kaspoldasu) Irjen Pol Iwan Panjiwinata dan rombongan terpaksa mendarat darurat di Bandara Selangit, Tapanuli Tengah, pada Selasa (29/3).
Kapoldasu yang didampingi, Karo Ops Poldasu Kombes D. Sihotang terpaksa mendarat karena buruknya cuaca, sehingga untuk menjamin keselamatan, Kapoldasu memerintahkan Wadir Pol Airud AKBP Anang S sekalu pilot helikopter untuk mengadakan pendaratan darurat.

Rombongan Kapolda yang rencananya akan mengunjungi pulau Nias pasca terjadinya gempa pada Senin (28/3) malam, akhirnya meninggalkan Mapoldasu sekitar pukul 10.00 WIB dan sekitar pukul 13.00 WIB cuaca tiba-tiba berkabut tebal sehingga diambil inisiatif untuk mengadakan pendaratan.
Pendaratan darurat ini sendiri sempat menghebohkan personil yang berada di Mapoldasu, sebab akibat buruknya cuaca komunikasi antara rombongan Kapoldasu dengan pihak Poldasu terputus beberapa saat.

Namun sekitar 14.00 WIB, rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke pulau Nias setelah cuaca sedikit lebih cerah. "Kapoldasu tetap bersikeras untuk melanjutkan perjalanan meskipun cuaca sedikit bermasalah" ujar Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Bambang Prihady. Hal itu menurut Bambang, karena Kapoldasu ingin secepatnya melihat kondisi pulau Nias yang berpusat diperairan antara pulau Semelu dengan Nias.
Dijelaskan Bambang lagi, tidak ada masalah teknis yang menjadi penyebab pendaratan darurat ini, hanya semata-mata karena cuaca yang tidak mendukung. "Bahkan saat ini Kapoldasu telah tiba di Nias" ujarnya.

30 Persen Hancur

Dalam kesempatan itu Bambang juga menjelaskan berdasarkan keterangan dari Kapolres Nias AKBP James Pasaribu, sekitar 30 persen bangunan yang terdapat di pulau Nias hancur. "Mayoritas memang bangunan bertingkat atau semi permanen" katanya.
Lebihlanjut Bambang menerangkan, pihaknya telah mengirimkan personil yang nantinya akan mengevakuasi korban. "Karena hingga saat ini tidak ada data yang pasti tentang korban tewas namun diperkirakan mencapai ratusan"katanya.

Thursday, March 31, 2005

NTT bantu mobil tangki air untuk korban tsunami nias dan NAD

Budi satria

Medan Bisnis - Medan

Muspida Nusa tenggara Ti­mur (NTT) atas nama masy­rakat NTT menyerahkan bantuan mobil tangki air untuk korban tsunami Nias dan Naggroe Aceh Darussalam (NAD). Penyerahan bantuan dilaksanakan di aula Kamtibmas Mapoldasu, Rabu (30/3).

Kapolda NTT Brigjen Pol. Edward Aritonang saat menye­rahkan bantuan itu mengatakan, bantuan yang diberikan itu merupakan wujud solidaritas sesama rakyat Indonesia yang turut merasakan penderitaan yang dialami masyarakat Nias dan NAD.

Atas nama masyarakat dan Muspida NTT, Edward Arito­nang juga mneyatakan rasa duka cita yang dalam dan merasa perihatin dengan bencana yang dialami warga Nias dan NAD. Termasuk dengan adanya gempa yang terjadi Senin (28/3) malam dan kembali melanda Nias. “Dengan segala keterbatasan yang ada, atas instruksi gubernur NTT, masyarakat NTT berusaha mengumpulkan bantuan di sejumlah posko di Kupang untuk mengurangi beban derita masya­rakat Nias dan NAD” ujarnya.

Dikatakan, setelah mengikuti rombongan Kapolri ke Nias dan NAD, dirasakan masyarakat yang terkena musibah bencana tsunami itu memiliki kebutuhan dasar yakni kebutuhan air bersih. Karena itu, dana yang terkumpul dari masyarakat NTT dibelikan dua unit mobil colt diesel 120 PS untuk selanjutnya dimodifikasi men­jadi mobil tangki air berkapasitas 500 liter. Sehingga diharapkan, kedua mobil itu dapat membantu operasional pasokan air bersih kepada masyarakat yang terkena musibah.

Berdasarkan korrdinasi Mus­pida NTT, bantuan mobil itu diserahkan melalui Poldasu. Sebab dinilai, Poldasu selain memiliki personil yang memadai dan terlatih, juga memiliki jaingan yang terkoordinir baik dan menguasai iventarisir data daerah yang terkena musibah. “Dari aspek kerawanan daerah, kita masih dihadapkan dengan berbagai macam kejadian, di NAD terutamanya. Sehingga perlu suatu instansi yang bisa menyalurkannya nanti di-beckup aparat keamanan”.

Selain kedua pertimbangan itu, dinilai Poldasu dan Polda NAD memiliki personil terlatih untuk mengoprasionalkan dan jaringan perawatan dan sebagai­nya. Atas kesediaan Poldasu dan Polda NAD dalam hal pendis­tribusian bantuan itu, Edward Aritonang mengucap­kan terima kasih dan tetap berharap bantuan itu dapat memberikan manfaat.
Empat Kali Gempa

Lebih jauh dikatakan, keda­tangan rombongan Muspida NTT itu ke Sumut juga dalam kaitan belajar dalam hal penang­gulangan bencana. Sebab NTT juga merupakan daerah rawan gempa yang setiap tahunnya bisa terjadi gempa minimal empat kali.

“Kami mencoba belajar di sini, bagaimana mekanisme penanganan bencana alam, penanganan bantuan-bantuan, dan kordinasi dengan luar negeri. Yang akhirnya bisa dimanfaat­kan untuk lebih menciptakan suatu mekanisme dalam penag­an­an bencana alam yang bersifat massal”. Pada kesempatan sama, di hadapan sejumlah pejabat teras Poldasu, Ketua DPRD NTT Mell Adoe, Kepala Pengadilan Tinggi NTT Doris A Taud, dan Kadis Sosial NTT Frans, Wakapoldasu Brigjen Pol. H. Rubani Pranoto mengatakan, bantuan masyara­kat NTT itu membuktikan ikatan persatuan sesama masyarakat Indonesia tetap terjalin utuh.

Karena itu, diucapkan terima kasih atas bantuan yang diberi­kan dan mendoakan agar yang diberikan mendapat imbalan berlipat dari Tuhan. Sebagai tindak lanjut, karena bantuan itu merupakan amanah yang harus segera disampaikan, pada Rabu siang itu juga mobil tangki air itu segera diberang­katkan ke Nias. Terlebih saat ini masyarakat Nias sangat membu­tuhkan pasokan air bersih. Wakapolda berharap, musibah yang terjadi akan semakin meningkatka keimanan kepada Tuhan yang Maha Esa.

Menyahuti keinginan Muspi­da NTT yang ingin melakukan studi banding penanganan bencana alam, Wakapoldasu menyambut baik hal tersebut. Terlebih, Wakapoldasu Brigjen Pol. Rubani Pranoto sendiri beritindak selaku wakil ketua dalam hal penanganan bencana tsunami di Nias.

Acara penyerahan bantuan ditandai dengan penandatang­anan berita acara. Kemudian dilanjutkan dengan meninjau kedua mobil tangki air yang diparkir persis di depan aula tersebut. Usai pertemuan itu, direncanakan rombongan Mus­pida NTT itu akan melanjutkan kunjungan ke NAD.

evakuasi korban gempa, poldasu kirim tiga kompi brimob

Budi satria

Medan Bisnis – Medan

Guna mengevakuasi korban bencana gempa yang melanda Nias pada Senin (28/3) malam yang lalu, Poldasu mengirimkan dua kompi Brimob dibantu pasukan Marinir ke Nias. “Pasukan telah kita kirimkan pada Selasa (29/3) yang lalu” ujar Wakapoldasu Brigjen Pol. H. Rubani Pranoto.

Lebihlanjut dikatakannya disela-sela acara penerimaan bantuan mobil tangki dari Muspida NTT, Rabu (30/3) diaula Mitra Kamtibmas, Rubani mengatakan bahwa pihaknya juga telah mengrimkan lagi satu kompi Brimob dan Samapta, tim dokter dan tenaga medis dari Mabes Polri dan Poldasu sebanyak 10 orang, tim Komlek (komunikasi dan elek­tronik) dari Poldasu dan Mabes Polri, obat-obatan serta bahan makanan untuk masyara­kat Nias. “Tim ini sendiri telah berangkat tadi, sehingga diharapkan dapat secepatnya mengadakan evakuasi korban” katanya.

Khusus untuk penanggulang­an masalah transportasi pengang­kut personil dan bahan bantuan obat-obatan dan bahan makanan, Poldasu menurunkan 3 unit pesawat skytruck, 2 unit helikop­ter, dan satu pesawat pocker.

Dari lebih 300 korban jiwa yang terdata hingga Rabu siang lanjut Rubani, belum diterima informasi adanya korban jiwa dari personil Polri. “Kita belum bisa mendata semua, tapi anggota Polri nggak ada, hanya ada satu anggota Bhayangkari,” tambahnya. Demikian juga korban luka-luka dari aparat kepolisian juga belum terdata.

Menyinggung bantuan mobil tangki air bantuan masyarakat NTT, Wakapoldasu mengatakan hari itu juga akan diberangkatkan melalui jalur darat dan selan­jutnya lewat kapal langsung ke Nias. Sebab hal itu merupakan bantuan masyarakat yang titik beratnya untuk membantu Nias yang kebetulan saat ini kebutuh­an air bersih sangat dibutuhkan masyarakat setem­pat. Karena itu dinilai, bantuan itu sangat tepat dan strategis yang potensial untuk meringankan beban masyarakat Nias.
Kendala Lapangan

Secara terpisah, Kabid Humas Poldasu Kombes Pol. Drs. Bambang Prihadhy, SH kepada wartawan di kantornya, Rabu (30/3) mengatakan, hingga hari kedua pasca bencana yang merenggut lebih 300 korban jiwa di Nias, kendala di lapangan yang dialami aparat saat melakukan evakuasi para korban yakni masalah komunikasi dan transportasi. Kendati demikian, katanya, tugas kemanusiaan harus tetap dijalankan. Untuk penanganan masalah komunikasi, tiga personil Komlek Poldasu dan dua personil Komlek Mabes sudah diberangkatkan ke Nias membawa peralatan receiver dengan menumpang pesawat skytruck. Bahkan Kapoldasu Irjen Pol. Drs. wan Panjiwinata sejak berangkat Selasa kemarin, juga masih bertahan di Nias.

Sementara Rabu pagi pukul 08.00 WIB, rombongan tim dari Poldasu juga diberangkatkan sekaligus untuk melakukan uji coba pendaratan di landasan Bandara Binata yang akan digunakan menyambut keda­tang­an rombongan Kapolri.

Bambang menambahkan, berdasarkan pengamatan semen­tara, sebagian besar bangunan di Nias ambruk termasuk bangunan rumah sakit yang kini dalam keadaan darurat. Sementara ratusan korban masih tertimbun di reruntuhan bangunan. Para korban yang bisa diselamatkan dirawat di rumah sakit setempat yang masih bisa beroperasi dalam keadaan darurat. Kemudian korban yang mengalami patah tulang segera dibawa ke rumah sakit di Sibolga.

Kesulitan lain dalam menge­vakuasi korban, tambah­nya, karena di Nias tidak tersedia alat berat dan harus dilakukan secara manual menggunakan tenaga manusia, tandas Bambang.

Saturday, March 05, 2005

Kasus TV Selundupan Kapoltabes MS: Akan Kita Usut

MEDAN

Kapoltabes Medan Kombes Pol Drs H Bagus Kurniawan, SH menegaskan pihaknya akan mengusut kasus penyelundupan barang elektronik berupa 200 unit TV berbagai jenis yang diduga dilepas Polsekta Medan Sunggal.

Keterangan tersebut dikatakan Bagus Kurniawan kepada wartawan di Mapoltabes, Jumat (4/3) usai shalat Jumat di masjid Mapoltabes Jl HM Said Medan. ''Saya akan cek,'' katanya singkat.

Sementara pengamatan Waspada Jumat(4/3), satu rumah di Jl. TB Simatupang Gang Harmonis, Medan Sunggal yang disebut-sebut sebagai lokasi penimbunan barang elektronik diduga selundupan terlihat sepi. Pintu rumah permanen itu terkunci rapat, seperti tidak ada penghuninya.

Sejak pukul 11:00 WIB hingga menjelang maghrib tidak terlihat aktivitas di sana. Sedang jarak antara rumah itu dan kantor Polsekta Medan Sunggal hanya sekitar 200 meter.

Berdasarkan keterangan beberapa warga di lingkungan tersebut, mereka sering melihat truk colt diesel bermuatan barang-barang elektronik terutama TV melakukan aktivitas bongkar muat di depan rumah itu.

''Biasanya aktivitas bongkar muat dilakukan melalui truk colt diesel, kemudian dipindahkan ke mobil box, tidak ke rumah yang bersangkutan,'' sebut mereka. Namun sejak Selasa (1/3) kemarin, tidak terlihat aktivitas bongkar muat.

Berkaitan dengan kasus dilepasnya 200 unit TV oleh Polsekta Medan Sunggal, pemilik barang diduga ilegal berinisial Ak, terlihat sibuk melakukan loby.

Menurut sumber, Ak yang sempat dijadikan tersangka oleh Polsekta Medan Sunggal bersama sopir dan kernet truk colt diesel bermuatan barang elektronik datang ke Mapoltabes Medan serta Poldasu.

Dia berupaya me-lobby sejumlah wartawan, agar berita menyangkut kasus tersebut tidak di blow up (dikembangkan). Upaya me-loby yang dilakukan Ak, menurut sumber dibantu pejabat di Poldasu.

Kata sumber, tersangka Ak ditangkap Selasa (1/3) sekira pukul 23:00, karena memiliki ratusan TV diduga tanpa dokumen pembelian resmi. Dia diamankan bersama sopir dan kernet truk colt diesel BK 8412 (tanpa seri) ketika sopir dan kernet akan membongkar muatannya, tapi diketahui polisi.

Dalam pengakuannya TV diduga ilegal berasal dari luar negeri masuk melalui perairan Tanjung Leidong merupakan barang rusak, namun saat diperiksa diketahui TV tersebut dalam keadaan baik. Ketika polisi meminta surat-surat pembelian, yang bersangkutan tidak dapat menunjukkanya.

Friday, March 04, 2005

Penyelundup Barang Elektronik Dilepas

MEDAN

Polsekta Medan Sunggal diduga telah membebaskan tersangka penyelundup barang elektronik sebelum dilakukan pemeriksaan, termasuk melepas barang bukti 200 unit TV berbagai jenis milik tersangka.

Meyangkut kasus ini, Kapolsekta Medan Sunggal tidak dapat dihubungi.Sedangkan Kanit Reserse Iptu M Simamora saat dihubungi Kamis (3/3) mengatakan, tidak berwenang memberi keterangan. Dia meminta wartawan bertanya langsung kepada Kapolsekta. Soal kebenaran kasus tersebut, Simamora tidak menjawabnya.

Berdasarkan keterangan beberapa sumber, tersangka Ak, warga Jl. TB Simatupang Gang Harmonis, Medan Sunggal ditangkap polisi, Selasa (1/3) malam sekira pukul 23:00, karena memiliki ratusan TV tanpa dokumen pembelian resmi.

Tersangka Ak diamankan dari kediamannya bersama sopir dan kernet truk colt diesel BK 8412 (tanpa seri),yang mengangkut 200 unit TV diduga ilegal yang dibongkar di kediamannya.

Ketika itu, sopir dan kernet truk colt diesel akan membongkar muatannya, tapi diketahui polisi sehingga ditanya keberadaan barang-barang tersebut. Saat polisi melakukan interogasi terhadap sopir dan kernet, tersangka Ak, pemilik TV diduga ilegal itu keluar dari rumahnya.

Kepada polisi, dia mengatakan TV tersebut merupakan barang rusak. Namun polisi tidak percaya begitu saja, kemudian melakukan pemeriksaan lebih teliti, ternyata diketahui TV tersebut dalam keadaan baik.

Dalam pemeriksaan itu, petugas meminta surat-surat pembelian, tapi tidak dapat ditunjukkan tersangka. Tapi disebutkan, barang tersebut diperoleh dari luar negeri melalui Pelabuhan Tanjung Ledong, Kab. Labuhan Batu. Karena tidak dapat menunjukkan surat pembelian, tersangka Ak bersama sopir dan kernet, termasuk barang bukti diamankan ke Mapolsekta.

Sumber mengatakan, saat itu tersangka Ak sempat menunjukkan kartu tanda pengenal Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Bambang Prihadhy, dan mengaku kenal. Hanya saja tidak jelas maksud tersangka menyebut-nyebut nama Kabid Humas Poldasu. Tapi kata sumber, tersangka dan barang bukti hari itu juga dilepas.

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Bambang Prihadhy saat di konfirmasi menyangkut kasus tersebut sedikit berang. ''Jangan libatkan nama saya dengan kasus itu,'' katanya.
Soal kartu nama, kata Bambang, siapa saja bisa memilikinya.'Jadi jangan karena kartu nama itu saya dilibat-libatkan.''

Mengenai dibebaskannya barang-barang diduga selundupan itu, Bambang mengatakan, silahkan tanya langsung kepada Kapolsekta Medan Sunggal.

Tuesday, March 01, 2005

Antisipasi Gejolak Kenaikan BBM Sumut Siaga I

MEDAN

Polda Sumatera Utara memberlakukan Siaga I guna mengantisipasi hal-hal negatif yang bakal timbul karena adanya kenaikan harga BBM (bahan bakan minyak). Dalam pemberlakuan Siaga I itu sendiri, Poldasu mengerahkan 2/3 kekuatannya (7000 personil Polri).

Penegasan itu disampaikan Kapoldasu, Irjen Pol Drs Iwan Panjiwinata kepada POSMETRO, Senin malam (28/3) kemarin. "Guna memelihara Kamtibmas dalam menyambut kenaikan BBM, Poldasu akan mengerahkan 2/3 kekuatannya," ujar Kapoldasu melalui Kabid Humas Poldasu, Kombes Bambang Prihadhy SH.

Kata Kapoldasu lagi, Kota Medan sendiri mendapat pengamanan paling banyak dengan rincian Poltabes MS 600 personil dan dibantu pasukan cadangan dari Poldasu berkisar 200 personil. "Selebihnya, kekuatan Polri yang melakukan pengamanan disiagakan di Polri-Polres," ujarnya.

Menurutnya, personil Polri yang disiagakan tak hanya mengawasi kamtibmas melainkan juga mengantisipasi adanya permainan atau pun penimbunan BBM baik oleh pihak SPBU, kelompok maupun per orangan. "Langkah ini diambil guna menghindari kelangkaan BBM di pasaran," bebernya.

Sekaitan itu, Kapoldasu pun meminta masyarakat agar dapat mengendalikan diri atas rencana kenaikan BBM itu. Untuk itu, pinta jenderal berbintang dua ini, masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya soal kenaikan BBM seyogianya dengan cara damai dan tidak melakukan tindakan anarkis.

Monday, February 28, 2005

Gelapkan Puluhan Sepedamotor, Pemilik Dealer Ditangkap

MEDAN

Polda Sumut mengamankan RE alias Ac, 42, pemilik dealer sepeda motor 'WM' Stabat, diduga telah menggelapkan puluhan sepedamotor merek APP KTM.
Tersangka ditangkap atas pengaduan pimpinan PT Asean Motor Internasional (PT AMI) Jl Prof HM Yamin, SH Medan, yang mengaku mengalami kerugian ratusan juta atas penggelapan tersebut.

Informasi di kepolisian, Jumat (25/2) menyebutkan, tersangka RE alias Ac penduduk Jl Perniagaan Stabat Kab. Langkat ditangkap Rabu (23/2) dari kediamannya berdasarkan pengaduan PT AMI di Medan selaku distibutor sepedamotor APP KTM di Stabat.

Dalam pengaduannya, tersangka disebutkan telah melakukan penggelapan dengan modus operandi, menjual sepeda motor tersebut kepada orang lain tetapi uang hasil penjualan tidak dapat dipertanggungjawabkan tersangka kepada PT AMI.

Kasus ini terungkap 18 Februari 2005 ketika pihak PT AMI melakukan pemeriksaan ke delaer WM di Stabat. Dari pemeriksaan diketahui bahwa puluhan sepedamotor tersebut telah di jual tersangka, sedangkan uang hasil penjualan tidak disetorkan kepada PT AMI.

Unsur pimpinan PT AMI ketika ditemui wartawan di Mapoldasu mengatakan, sangat menyesalkan tindakan tersangka yang telah menyalahgunakan kepercayaan perusahaan kepadanya, serta mengimbau kepada dealer sepedamotor APP ATM untuk tidak mengikuti perbuatan tersangka, karena akan merugikan diri sendiri.

Mereka mengatakan, telah setahun melakukan kerjasama penjualan sepedamotor APP KTM dengan dealer WM. Sedangkan tersangka, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, sejak Kamis (24/2) mendekam dalam sel tahanan Mapoldasu.

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Poldasu, AKPB Iwan Hari Sugiharto kepada wartawan membenarkan telah menahan tersangka RE alias Ac, pemilik dealer WM di Stabat dengan tuduhan kasus penggelapan.

Iwan mengatakan, dalam pemeriksaan sementara tersangka mengaku telah 'melepas' 49 unit sepedamotor merek APP KTM dengan sistem kredit. Tapi yang menjadi persoalan, tersangka tidak melapor telah menjual sepedamotor kepada main delaer di Medan (PT AMI) selaku distribuor APP KTM di Stabat, termasuk tidak menyetor uang hasil penjualan.

Malahan kata Iwan, hasil penjualan sepedamotor tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. Dia menambahkan, sampai saat ini masih memproses kasus tersebut.

Kapoldasu Resmikan Lapangan Tenis Indoor Berbiaya 2,5 M

Budi satria
Medan Bisnis – Medan

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Iwan Panjiwinata meresmikan lapangan tenis indoor yang di Jalan Kebun Bunga Medan pada Minggu (27/2).

Lapangan tenis indoor tersebut memiliki luas 34 x 43 meter tersebtu memiliki dua lapangan serta beberapa fasilitas pendukung seperti Musholla, kamar mandi, kamar ganti, kantin.

Acara peresmian itu sendiri ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kapoldasu dan disaksikan para undangan yang berasal dari unsur Muspida kota Medan dan Sumut, pengurus Koni Medan dan pejabat teras dijajaran Poldasu.

Dalam sambutannya Kapoldasu mengatakan lapangan tenis indoor yang dibagun dengan biaya sebesar Rp 2,5 M ini merupakan sumbangan untuk masyarakat Sumut khusunya kota Medan dengan tujuan agar masyarakat Sumut memiliki kebanggan sehingga dapat meningkatkan prestasi olahraga khusunya cabang tenis.

"Untuk itu harapan saya dengan adanya tambahan sarana dan prasarana seperti ini, dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bagi masyarakat Medan untuk meningkatkan prestasi olahraga" ucapnya.

Kemudian diterangkannya lapangan tenis indoor ini tidak hanya untuk personil Polri. "Tidak siapapun masyarakat yang ingin mempergunakan dipersilahkan, dan demi kepentingan bersama diharapkan masyarakat juga turut mengrawat lapangan tenis ini" ujarnya.

Dengan adanya lapangan tenis indoor ini menurut Kapoldasu masyarakat dapat bermain sejak pagi hari hingga malam. "Dengan cuaca apapun masyarakat dapat berlatih karena tidak akan terhalang dengan panas dan hujan" tuturnya.

Dalam peresmian itu juga dilakukan pertandingan eksebisi antara Kapoldasu berpasangan dengan Kejatisu melawan wakil ketua koni berpasangan Kabagbinkum Poldasu, dimana pertandingan tersebut pasangan Kapoldasu memenangkan pertandingan dengan skor akhir 9-4.

Wednesday, February 23, 2005

Poldasu Tempatkan ‘Sniper’ Amankan Lake Toba Summit 2005

Budi satria
Medan Bisnis – Medan

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Bambang Prihady SH mengatakan pihaknya akan menempatkan beberapa personil penembak jitu (sniper) dibeberapa lokasi dalam rangka pengamanan pertemuan Gubernur Sedunia (Lake Toba Summit) 2005 yang akan digelar pada Maret mendatang.

“Penempatan beberapa penembak jitu dalam rangka menjaga keamanan tamu-tamu negara yang akan bertemu di Medan” tegas Bambang kepada wartawan seusai pertemuan Pengurus dan Anggota Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah Sumatera Utara (Bakohumas) di Mapoldasu pada Selasa (22/1).

Lebih jauh diterangkan Bambang, dalam pengamanan Lake Toba Summit 2005 ini pihaknya mengerahkan sebanyak 3558 personil. “Ya dari personil tersebut, ada personil Jihandak, penembak jitu dan personil yang mengamankan setiap gubernur nantinya” tambah Bambang.

Masih dikatakan, Bambang penembak jitu tersebut akan ditempatkan di dua bandara yakni bandara Polonia dan bandara Selangi. “Selain itu juga akan ditempatkan disekitar lokasi penginapan para tamu dan lokasi-lokasi yang akan dituju oleh para delegasi tersebut” katanya.

Selain menempatkan penembak-penembak jitu, pengamanan dalam pertemuan ini menurut Bambang tetap mengaju pada prosedur tetap (Protap) dimana setiap lokasi akan distrerilkan oleh tim Jihandak minimal 2 jam sebelum kegiatan dilangsungkan. “Baru kemudian pengamanan diserahkan kepada petugas PAM objek” ucapnya.

tiga pria pemilik senpi khusus wanita ditangkap

Monang
Medan Bisnis – Medan

Tiga pria yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di salah satu pabrik peleburan logam di kawasan Mabar, diamankan petugas dari Unit Jahtanras Poltabes Medan pada Selasa (22/2) dinihari dari salah satu rumah tersangka bersama satu pucuk senjata api (senpi) jenis FN kaliber 8,5 mm.

Ketiga tersangka Hen (32) warga Jalan Platina, Pasar I, Mabar, De alias Kiek (20) penduduk kawasan Rumah Potong Hewan, Mabar, dan Far alias Faruk (39) warga RPH, Mabar, hingga kemarin sore, terlihat masih menjalani pemeriksaan yang dilakukan petugas juru periksa Jahtanras.

Dijelaskan Kasat Reskrim Poltabes Medan AKP Maruli Siahaan kepada wartawan, De ditangkap dari rumah Hen dan dari penggeledahan ditemukan barang bukti senpi, atas keterangan Hen penangkapan kembali dilakukan terhadap Far di rumahnya. Ketiga tersangka itu, tambah Maruli Siahaan, ditangkap dan diperiksa sesuai dengan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, tentang kepemilikan senjata yang tidak dilengkapi dokumen resmi. Sebab ketiga tersangka, jelas perwira pertama Poltabes Medan itu, dengan sengaja menyimpan satu pucuk senpi jenis FN berkaliber 8,5 mm buatan Jerman. “Senjata api tersebut biasanya digunakan dan dipakai para wanita,” tambah Kanit Jahtanras AKP Hasan BY.

Berdasarkan pengakuan ketiga tersangka, ujar Hasan, senpi dengan panjang sekitar satu jengkal jari dewasa, sekitar dua bulan lalu ditemukan Far dari lokasinya bekerja. Oleh Far senpi yang kondisinya masih aktif itu ditunjukkan kepada teman kerjanya Hen, lalu menyimpannya di dalam rumahnya sampai berhasil disita petugas. Menurut, Hasan, senpi itu belum dan pernah digunakan ke tiga tersangka untuk melakukan tindakan pidanan semisal perampokan.

Far=fardi alias faruk
Hen=Hendri
De=Dede alias Kiek.